Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat, Tim Gabungan Bergerak Cepat Tangani Titik Api di Wilayah Muara Enim
Muara Enim, 16 Agustus 2026 - Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di tingkat tapak. Salah satu Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Provinsi Sumatera Selatan PT Musi Hutan Persada (MHP) bersama unsur pengamanan dan tim terkait bergerak melakukan deteksi, verifikasi, pemadaman serta penanganan terhadap sejumlah titik kebakaran yang terpantau di wilayah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sejak 9 Agustus 2026, hasil verifikasi lapangan menunjukkan adanya beberapa titik kebakaran di wilayah kerja PT MHP, khususnya di Wilayah II Benakat Unit 06 Lubuk Guci serta Wilayah I Suban Jeriji Unit 05 Sodong. Berdasarkan hasil verifikasi pada 10 - 11 Agustus 2026, ditemukan kebakaran pada areal hutan belukar dengan estimasi luasan masing-masing sekitar 5 - 7 hektare di Blok Baung Selatan, serta sekitar 5 hektare pada areal hutan semak belukar di Blok Lengi, Unit 05 Sodong.
Selain itu, satu titik lainnya di Desa Pagar Jati, Kecamatan Benakat, ditemukan bekas kebakaran pada kebun sawit milik masyarakat dengan luas sekitar 3,5 hektare. Upaya pemadaman telah dilakukan oleh tim Unit 06 Lubuk Guci dan proses verifikasi melibatkan Fire Protection (FP), PHS, serta unsur pengamanan TNI dan Polri.
Respons Cepat di Lapangan
Dalam penanganan titik api, tim menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, antara lain angin kencang, vegetasi ilalang dan gulma yang tebal, jarak pandang yang terbatas akibat asap, serta akses menuju beberapa titik yang sulit dijangkau.
Pada salah satu lokasi di Blok Lengi, Unit 05 Sodong, akses menuju titik hotspot tidak tersedia sehingga dilakukan perehaban jalan menggunakan dozer untuk mendukung mobilisasi menuju lokasi kebakaran.
Sementara pada titik-titik lainnya di Blok Baung Selatan, tim melakukan pemadaman secara manual setelah hasil verifikasi memastikan adanya kebakaran pada areal hutan belukar.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tim Fire Protection (FP), manajemen unit, PHS, pengamanan perusahaan, serta unsur Polri, sebagai bagian dari upaya mencegah api meluas dan memastikan kondisi areal tetap terkendali.
Diperkuat Personel dan Sarana Prasarana
Kesiapsiagaan PT MHP dalam menghadapi Karhutla didukung oleh kekuatan personel yang terdiri atas 109 personel regu Karhutla, 493 personel inti musiman, 1.309 regu perbantuan, serta sekitar 5.000 personel pendukung dari KMPA, PS dan kontraktor.
Dari sisi deteksi dini, tersedia 46 menara pantau dengan ketinggian 25 meter serta 295 embung sebagai sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. Sarana pemadaman juga didukung berbagai peralatan, mulai dari pompa Ministriker, pompa bertekanan tinggi, buldozer, grader, excavator, tronton hingga peralatan manual.
Untuk mempercepat komunikasi dan mobilisasi, tersedia ratusan perangkat komunikasi radio serta 243 unit mobil double cabin yang digunakan untuk mendukung pergerakan personel dan logistik.
PT MHP juga mengembangkan inovasi pendukung pemadaman, antara lain pompa Sanchin dengan drum tampung air 250 liter yang dapat diangkut menggunakan mobil double cabin, serta tractor sprayer dengan kapasitas tampungan air 500 liter.
Kepala BPHL: Kesiapsiagaan Harus Dibuktikan di Lapangan
Kepala BPHL Wilayah V Tuti Alawiyah juga menekankan pentingnya penguatan deteksi dini dan kesiapan personel di tingkat tapak, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan vegetasi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Kami mendorong seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan setiap informasi mengenai hotspot segera ditindaklanjuti dengan verifikasi di lapangan. Prinsipnya adalah deteksi cepat, bergerak cepat, dan memastikan tidak ada bara yang tersisa,” tambahnya.
PT MHP: Respons Cepat Menjadi Prioritas
“PT Musi Hutan Persada terus mengoptimalkan kesiapsiagaan Karhutla melalui penguatan personel, sarana prasarana, deteksi dini dan respons cepat di lapangan. Setiap informasi titik panas kami tindak lanjuti melalui proses verifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.” ujar (Direktur Forest Protection & Social and External Affair (FPSEA) PT Musi Hutan Persada (PT MHP) Muhammad Aminullah.
Sinergi Menjadi Kunci
Penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan dan sinergi seluruh pihak di tingkat tapak. Verifikasi dan pemadaman yang dilakukan secara cepat diharapkan dapat mencegah api meluas, sekaligus meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan, lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kesiapsiagaan tidak berhenti pada tersedianya personel dan sarana pemadaman, tetapi diwujudkan melalui deteksi dini, verifikasi cepat, mobilisasi, pemadaman dan pemantauan pascakebakaran.
“Enam lokasi terverifikasi mengalami kebakaran/bekas kebakaran di wilayah Muara Enim, terdiri atas lima lokasi pada areal yang tercatat dalam wilayah perusahaan dan satu lokasi pada kebun sawit milik masyarakat.” Total estimasi hasil verifikasi lapangan adalah 31,5 hektare, bukan luas definitif.
BPHL Wilayah V